PERUBAHAN ANATOMI FISIOLOGI IBU HAMIL

Adaptasi anatomi dan fisiologi yang terjadi pada wanita selama masa kehamilan yang pendek begitu besar. Perubahan-perubahan tersebut segera terjadi setelah fertilisasi dan berlanjut sepanjang kehamilan. Kebanyakan adaptasi yang besar sekali ini terjadi sebagai respon terhadap stimulasi fisiologis yang diberikan oleh janin atau jaringan janin, system komunikasi ibu dan janin.

Perubahan anatomi

: adalah suatu bentuk yang tidak sama dari bentuk semula berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh dan penamaannya.

Perubahan adaptasi fisiologis

: adalah suatu akivitas yang dilakukan tubuh untuk mengimbangi perubahan yang terjadi selama kehamilan agar tetap berjalan dengan normal.

Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis pada ibu hamil trimester I, II, dan III

: adalah perubahan yang akan dialami oleh seorang wanita hamil pada usia kandungan 0-9 bulan (aterm) mencakup perubahan bentuk tubuh dan fungsinya.

1.  SISTEM REPRODUKSI

Perubahan akibat kehamilan dialami oleh seluruh tubuh wanita, salah satunya adalah system reproduksi khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna. Dalam hal ini hormone estrogen dan progesterone mempunyai peranan penting.

 

.

2. PERUBAHAN UTERUS

Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah pengaruh estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat. Pada kehamilan 8 minggu uterus membesar, sebesar telur bebek, pada kehamilan 12 minggu sebesar telur angsa. Dan semakin membesar sesuai dengan usia kehamilan.

Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x 25 x 20cm dengan kapasitas lebih dari 4000cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi prtumbuhan janin. Pada saat ini rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperflasi otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik dan endometrium menjadi desidua. Minggu pertama, istmus rahim bertambah panjang dan hipertrofi sehingga terasa lebih lunak dalam kurun tanda heiger, kehamilan 5 bulan rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim tipis karena itu bagian-bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan rahim. Terbentuk segmen atas rahim (SAR) dan segmen bawah rahim (SBR).

3.  PAYUDARA

Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar  Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol.

Trimester I

Pada trimester pertama payudara akan terasa penuh, perih dan lebih sensitive pada saat usia 4 minggu kehamilah. Estrogen dan progesterone adalah hormone utama yang paling berpengaruh terhadap perubahan payudara tersebut. Peningkatan estrogen menumbuhkan jaringan lemak, saluran mamae, alveoli dan putting susu. Progesteron memicu dalam pertumbuhan jaringan glandula dan alveoli lobular.

Setelah dua bulan payudara akan mulai membesar dan sirkulasi pembuluh darah meluas dengan pembuluh vena menjadi lebih terlihat di bawah kulit, ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit. Puting susu akan menjadi lebih besar dan lebih menonjol. Putting susu dan areola akan menjadi lebih gelap warnanya, kelenjar montgomery membesar dan hipertropi sehingga puting di areola mammae lembab.

Trimester II

Dengan dilahir kan nya plasenta pengaruh hormon estrogen , progesteron & somatomatropin terhadap hipotalamus mempengaruhi pertumbuhan dari sistem duktus, lobuli dan alveoli dan dapat meningkatkan produksi susu selama kehamilan. Konsentrasi dan kadar prolaktin dalam darah ibu meningkat. Kolostrum mulai muncul, warnanya bening kekuning-kuningan. Pertumbuhan payudara pun lebih besar lagi karena diperngaruhi oleh kelenjar mamae, dan berakhir pada usia kehamilan 20 minggu.

Trimester III

Mammae semakin tegang dan membesar sebagai persiapan untuk laktasi akibat pengaruh somatotropin, estrogen dan progesteron. Pada payudara wanita terdapat striae karena adanya peregangan lapisan kulit. Hal ini terjadi pada 50 % wanita hamil. Selama trimester ini pula sebagian wanita mengeluarkan kolostrum secara periodik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s